Sepotong Ciuman dari Biskuit

Dear Biskuit,

Mencintaimu selalu saja menjadi tantangan yang tidak pernah bisa kuselesaikan
Sepuluh kali mencoba, sepuluh kali menyerah
Selama ini bilang saja kalau kita memang hidup bertiga
Aku, kau, dan kebohongan
Tapi satu hal yang paling jujur yang bisa kukatakan adalah
Dari semua ciuman yang pernah bersandar di bibirku
Hanya kau yang mampu menciumku sampai ke hati

Jangan pergi, Biskuit
Aku tidak punya jalan keluar bila tersesat oleh rinduku padamu

Kukira, Diyo

Aku kira mencintaimu selama ini adalah pelajaran mencintai paling tulus
Aku kira sebesar-besarnya cintaku adalah cintaku yang hanya jatuh padamu
Aku kira pendirian terteguh adalah tetap mencintaimu tanpa balasan
Aku kira menerima segala yang tidak kau miliki adalah kesediaan paling mulia
Aku kira setiaku padamu adalah segala bentuk pertahanan paling kokoh
Aku kira segersang-gersangnya siang adalah biasa ketika malam aku berakhir di pelukanmu
Aku kira jalan yang berbatu adalah tak apa jika berujung pada hatimu

Aku kira tidak pernah ada jatuh cinta yang salah

Rumah Pelukan

Ini adalah sebuah rumah yang dibangun dengan seribu pelukan
Yang hanya sebagian kecil diantaranya bukan pelukan oleh rasa bersalahmu
Ini adalah sebuah rumah dengan sejuta kesabaranku menunggumu
Yang satu diantaranya adalah aku yang menunggumu pulang untuk melepasku pergi

Semoga kelak kita bertemu lagi dimana kau dan aku adalah sebaik-baiknya kita
Dan disegerakan oleh Tuhan akan itu, amin

Selamat beristirahat dengan tenang, Biskuit
Karena sudah kurapihkan semua ciuman-ciumanku agar kau bisa berbaring

Puisi Musim Panas

Kepada sejuta kamu dalam seribu puisiku
Yang tidak satupun tertakdir untuk berakhir di aku
Karena tidak ada sepuluh kalipun kau coba untuk mencintaiku
Kenapa, Cantik?
Begitu sulitnyakah?
Dan dibagian mana lagi yang tidak aku bantu hatimu untuk mencintaiku?
Tidak ada yang tidak kutangisi dari puisi-puisiku untukmu

Kepada Cintaku yang Jauh

Cintaku, jauh darimu membuatku mengerti sesuatu
Bahwa sebelum kepergianku, kau meniduriku dengan cinta-cinta
Hingga aku mengandung rindu-rindu
Dan telah kulahirkan puisi-pusi untukmu
Untuk kau, cintaku yang jauh namun tak menjauh
Beri aku kabar bahwa kau baik-baik saja dengan hari-harimu
Beri aku kabar bahwa kau tak baik-baik saja karena tanpaku
Back to Top